Kesabaran Hati Seorang Ibu
Hari ini adalah hari dimana setiap
orang merayakan yang namanya "Hari Ibu" pada tanggal 22 Desember, Ibu
adalah malaikat tak bersayap yang dikirimkan Tuhan untuk menjaga dan merawat
kita, dia telah melakukan banyak hal yang tak mungkin kita membalasnya dengan
uang sebanyak apapun itu kecuali dengan kebahagiaan, ketulusan hati, dan
berbakti kepada orang tua. Bayangkan betapa sakitnya ibu melahirkan kita dengan
mempertaruhkan nyawanya sendiri demi kita, dia juga berani melakukan apapun
agar kita bahagia, tetapi sadarkah kita dengan tidak sengaja telah membuat hati
ibu kita sakit tetapi dengan ketabahan hatinya dia hanya diam. Aku akan
menceritakan sedikit kisah hidupku tentang bagaimana sabarnya ibu.
Dulu, waktu aku masih duduk dibangku
sekolah menengah atas dimana pikiranku masih labil dan pergaulan yang luas
sehingga membuatku lupa akan betapa sakitnya jika ibuku mengetahui kalau aku
sering bolos pelajaran dan hampir tidak pernah mengerjakan tugas sekolah,
setiap pulang sekolah aku selalu melihat ibuku terbaring lemas diatas kasur betapa
capeknya dia setelah bekerja seharian dan dia pulang untuk memasakkan kami
makanan dan merawat kami dengan penuh cinta dan tak pernah mengeluh, tapi entah
kenapa melihat ibuku yang terbaring lemas aku hanya cuek dan tidak menghiraukannya.
Di hari-hari beikutnyapun sama aku hanya masa bodoh dengan semua itu betapa bodohnya
aku yang telah menghiraukannya, bingung dengan perlakuanku yang sekarang
ibukupun langsung memarahiku dengan tidak sengaja aku telah membuat hati ibuku
sakit dia menangis karena telah mendengar ucapanku yang kurang ajar, tapi
kenapa hatiku terasa sakit saat melihat ibuku menangis, berdosanya aku telah
membuat hati malaikat yang dikirimkan Tuhan kepadaku menangis dan tak percaya
melihat anak yang di kandung dan di besarkannya begitu tidak menghargai ibunya
sendiri, saking sakitnya hatiku melihat ibuku menangis aku hanya terdiam dan
masuk di dalam kamar sambil menangisi perbuatanku, aku berpikir menangispun
tidak akan menyelesaikan masalah, lalu aku mengambil air wudhu dan solat
meminta ampunan karena telah membuat hati ibuku sedih.
Keesokan harinya, aku meminta maaf dan
berjanji tidak akan melakukannya lagi ibuku memelukku dan memaafkan segala
kesalahanku betapa mulianya hatinya
memaafkan ku padahal jika diingat kelakuanku sangat tidak pantas, aku berangkat kesekolah dengan
mata yang bengkak karena menangis aku terharu melihat betapa sabarnya hatinya
dn juga menangis senang karena sudah
melihat ibuku tersenyum kembali.
Disitulah aku mulai berubah perlahan-lahan
aku tidak pernah lagi bolos dan sedikit demi sedikit aku meminta kepada
guruku untuk memberiku tugas yang selama
ini aku abaikan. Alhamdulillah semuanya
berjalan dengan lancar.
Aku sadar bahwa ibuku sangat
berarti buatku, aku tidak akan
mengecewakannya lagi aku berjanji padanya akan membuat dia bahagia aku sangat
menyanyanginya dia sangat berharga dia bagai mutiara yang tak akan pernah pudar
kecantikannya, kecantikan hatinya membuatku sadar bahwa ada malaikat tidak
bersayap diDunia.
Buat ibuku dan seluruh ibu yang ada di dunia selamat hari ibu kalian sangat berarti buat kami, dengan kasih sayang, kesabaran, materi yang diberikan buat kami itu tidak akan bisa terbayarkan oleh berpapun harganya, doaku selalu ada buatmu.

Komentar
Posting Komentar